Renungan Harian

Sabtu, 20 Desember 2014
Hari Biasa Khusus Adven
Yes. 7:10-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 1:26-38.

Doa Pagi:
Kami memuji-Mu, ya Tuhan dan mengasihi-Mu dengan segenap hati. Kami bersyukur karena Engkau telah menciptakan kami, menjadikan kami beriman Katolik dan melindungi kami malam tadi. Kami serahkan kepada-Mu seluruh kegiatan kami sepanjang hari ini, semoga semuanya terjadi sesuai dengan kehendak-Mu dan demi kemuliaan-Mu yang lebih besar. Lindungilah kami dari segala dosa dan bebaskanlah kami dari segala yang jahat. Semoga berkat-Mu senantiasa menyertai kami dan orang-orang yang kami kasihi. Amin.

Injil:
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan:
"Anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah."
Yesus adalah Yang Kudus, Anak Allah. Oleh karena itu, untuk menyambut-Nya, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik. Untuk menyambut Yang Kudus, kita pun perlu menguduskan hidup kita. Berbagai macam persiapan fisik dan ritual untuk merayakan Natal, tentu penting dan baik kita lakukan. Namun, jangan sampai kita justru melupakan persiapan batin kita, lupa untuk membersihkan, memurnikan dan menyucikan diri kita. Jangan sampai kita merayakan Natal masih dengan menyimpan pikiran dan perasaan serta prasangka buruk terhadap sesama. Jangan sampai pula kita menjalankan tugas natal bukan dengan motivasi pelayanan tetapi hanya sekedar untuk tampil. Semua itu menjadikan hati kita tidak bersih dan pelayanan kita tidak murni sehingga harus kita sucikan agar kita sungguh pantas dan layak menyambut-Nya.

Doa: Tuhan, bantulah kami memurnikan dan menyucikan hidup kami agar semakin pantas menyambut-Mu. Amin. -agawpr-