Renungan Harian

Pw St Yohanes Pembaptis Wafat;
Yer 1:17-19;
Mzm 71;
Mrk 6:17-29

Panggilan Yeremia dalam bacaan pertama menjadi kekuatan bagi dia saat menjalankan tugas menjadi seorang nabi. Pada panggilan awal itu Yeremia disadarkan bahwa tugasnya sangat tidak mudah. Ia akan ditentang para penguasa, para imam, dan umat Israel. Namun, Allah berjanji akan setia berada di pihak Yeremia, yang membela dan melindungi Yeremia seperti benteng yang kokoh kuat.

Semangat kenabian Yeremia bisa kita lihat dalam pribadi Yohanes Pembaptis. Orang banyak melihat Yohanes Pembaptis sebagai seorang nabi, orang baik dan lurus. Yohanes Pembaptis tidak memiliki kegentaran dalam mewartakan kebenaran. Meski yang ia tegur adalah Herodes, raja wilayah yang kedudukannya seolah “tidak tersentuh” hukum. Hal itu menimbulkan kemarahan dan kedengkian bagi Herodias, ipar Herodes, yang tidak jadi menikah dengan Herodes.

Kemarahan, kedengkian membuat orang jahat dan gelap mata. Dendam kesumat yang sudah disimpan lama, kini dibalaskan.