Renungan Harian

Senin, 10 Oktober 2016
Pekan Biasa XXVIII
Gal. 4:22-24,26-27,31 - 5:1; Mzm. 113:1-2,3-4,5a,6-7; Luk. 11:29-32.

"Yang ada di sini lebih daripada Yunus!" (Luk 11,32)

Bapa-Bapa Gereja menafsirkan bahwa Yunus adalah prefigurasi dari Kristus. Baik Yunus maupun Kristus, diutus oleh Allah untuk membawa warta pertobatan dan tawaran keselamatan. Masuknya Yunus dalam perut ikan selama 3 hari mengantisipasi masuknya Yesus dalam perut bumi (makam) selama 3 hari. Bedanya - dan ini yang menjadikan Yesus lebih daripada Yunus - adalah: Pertama, Yunus sempat manolak untuk menjalankan misinya bahkan sampai melarikan diri (Yun 1,1-17), sedangkan Yesus kendati sempat meminta kepada Bapa kalau sekiranya mungkin derita-Nya berlalu namun Ia tetap taat sepenuhnya pada kehendak Bapa (Mat 26,39); Kedua, Yunus diutus hanya kepada bangsa Niniwe sedangkan Yesus kendati semula hanya untuk bangsa Israel tetapi pada akhirnya juga kepada seluruh bangsa manusia di dunia; Ketiga, Yunus adalah manusia biasa yang dipilih Allah sedangkan Yesus adalah Anak Allah yang menjelma menjadi manusia. Yesus bukan sekedar tanda kasih Allah kepada manusia tetapi kehadiran Allah sendiri yang mengasihi kita. Maka, yang harus kita lakukan bukan meminta tanda tetapi memohon rahmat dan melatih diri agar semakin peka untuk menyadari kehadiran dan kasih Allah itu dalam hidup kita sehari-hari.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami semakin peka untuk menyadari kasih-Mu dan dengan demikian kami juga semakin mampu mengasihi-Mu dan sesama kami. Amin. -agawpr-


Pokok-pokok Iman Katolik
Santo-Santa
 
Doa Katolik