Renungan Harian

Senin, 2 Mei 2016
Peringatan Wajib St. Atanasius
Kis. 16:11-15; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Yoh. 15:26-16:4a

“Penghibur yang akan Kutus …, yaitu Roh Kebenaran Ia akan bersaksi tentang Aku, tetapi kamu juga harus bersaksi” – Yoh 15,26.27

Hari ini kita memperingati St. Atanasius, Uskup Aleksandria (328-373). Usahanya untuk merumuskan dan membela ajaran Gereja tentang Tritunggal, khususnya tentang inkarnasi dan ke-Allah-an Yesus menjadikanya sebagai salah satu Bapa Gereja yang terbesar. Ia terlibat aktif dalam Konsili Nicea (325) dan setelahnya menjadi pembela yang gigih atas ajaran Konsili itu, salah satunya Syahadat Nicea (Konstantinopel) yang sampai sekarang merupakan rumusan Pengakuan Iman kita. Dipenuhi oleh Roh Kudus, yakni Roh Kebenaran, ia bersaksi untuk membela ajaran Gereja yang benar, melawan bidaah arianisme yang mengajarkan bahwa Yesus hanyalah ciptaan dan tidak sehakikat dengan Allah. Usahanya itu bukan tanpa risiko: beberapa kali ia diasingkan dan harus melarikan diri dari ancaman musuh-musuhnya. Ada satu legenda yang menggambarkan betapa Roh Kudus, Roh Penghibur, senantiasa menyertai dan memberinya kekuatan serta menghiburan. Suatu kali, ketika ia hendak melarikan diri, ia berjumpa dengan para serdadu yang sedang mencarinya untuk dibunuh. Namun, mereka tidak mengenalinya. Pada saat mereka bertanya: “Apakah kamu tahu di mana Atanasius?” Dia menjawab: “Oh, dia tidak jauh dari sini”. Maka para serdadu segera berlalu dan ia terbebas dari maut. Semoga, berkat doa dan teladan St. Atanasius, kita pun semakin berani untuk bersaksi tentang iman kita, kendati tidak selalu mudah dan bukan tanpa risiko. Namun, inilah tugas kita karena Yesus sendiri menegaskan: “kamu juga harus bersaksi” (ay.27).

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu untuk membuka diri pada Roh Kudus-Mu agar kami pun semakin berani memberi kesaksian tentang iman kami kepada-Mu. Amin. +agawpr+


Pokok-pokok Iman Katolik
Santo-Santa
 
Doa Katolik