Renungan Harian

Jumat, 29 Mei 2015
Sir. 44:1,9-13; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a; Mrk. 11:11-26.

Waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

Pohon ara merupakan salah satu pohon buah musiman, seperti hanya durian dan rambutan. Mereka tidak berbuah sepanjang tahun tetapi hanya pada musim atau saat tertentu. Dengan demikian, memang terkesan agak aneh kalau Yesus mencari buah ara pada saat tidak sedang musim buah ara. Namun, kalau kita ingat bahwa Yesus "Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap" (Yoh 15,16), kita akan dapat memahaminya dengan baik. Di balik kekecewaan-Nya terhadap pohon ara yang hanya berbuah secara musiman, Yesus menghendaki agar kita mampu menghasilkan buah setiap saat. Ia mengharapkan agar kita tidak seperti pohon buah musiman, yang menghasilkan buah hanya pada musim tertentu, tetapi kapan pun dan di mana pun hendaknya kita mampu menghasilkan buah. Konkritnya, kita diharapkan berbuat baik dan menjadikan hidup kita berguna bagi orang lain, kapan pun, di mana pun dan untuk siapa pun; bukan hanya di saat dan tempat tertentu serta bukan hanya dengan orang-orang tertentu saja. Itulah yang disebut cinta tak bersyarat sebagaimana Tuhan mengasihi kita setiap saat dan tanpa syarat apa pun juga.

Doa: Tuhan berilah kami rahmat-Mu, agar kami mampu menghasilkan buah secara tetap, yakni dengan berbuat baik dan mengasihi setiap saat dan tanpa syarat. Amin. 


Pokok-pokok Iman Katolik
Santo-Santa
 
Doa Katolik