Renungan Harian

Sabda Hidup
Selasa, 02 September 2014
Ludovikus Yosef Fran?ois, Yohanes Gruyer dan Petrus Renatus Rogue, Yohanes Fransiskus Burte, Severinus Girault, Apolinaris Morel
warna liturgi Hijau

Bacaan:
1Kor. 2:10b-16; Mzm. 145:8-9,10-11,12-13ab,13cd-14; Luk.4:31-37. BcO 1Tim. 6:11-21

Bacaan Injil Luk. 4:31-37:
31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. 32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. 33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: 34 "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." 35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. 36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar." 37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

Renungan:
Selain kebiasaan membaca Kitab Suci (SH 010914), Yesus juga biasa mengajar. "Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat" (Luk 4:31). Orang-orang yeng mendengar pengajaranNya takjub karena perkataanNya penuh kuasa. Bahkan setan pun tunduk pada perintahNya.
Mungkin di antara kita pun ada yang mampu memukau para pendengar dan sebaliknya terpukau oleh kata-kata pengajar atau pembicara. Aku pun sering tertegun mendengarkan kesaksian orang-orang yang menceritakab pengalamannya. Kisah-kisah pengalaman yang nyata dan diceritakan dari kedalaman hati sungguh sangat menarik perhatianku.
Perkataan Yesus bukan sekedar usaha untuk membangkitkan motivasi manusia, tapi sungguh mengalir dari kedalaman hati berkat relasi mendalam dengan Bapa dan Roh Kudus. Ia tidak hanya membuai orang dengan perkataan, tetapi Ia membuktikan perkataanNya dengan tindakan. Karena itu kata dan tindakanNya pun penuh kuasa. 

Doa Perutusan:
Ya Tuhan Yesus perkataanMu sungguh penuh kuasa, menggerakkan hidupku, menuntun langkahku. Terima kasih Tuhan. Semoga aku pun selalu dalam jalur sabdaMu. Aku akan bertekun mendengarkan sabdaMu dan mengolah kata dan tindakan kita agar selaras dan sejalan dengan kehendakMu. -nasp-


Pokok-pokok Iman Katolik
Santo-Santa
 
Doa Katolik