Renungan Harian

Jumat, 12 Februari 2016
Hari Pantang
Yes. 58:1-9a; Mzm. 51:3-4,5-6a,18-19; Mat. 9:14-15.

“Waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa” – Mat 19,15

Dalam Kitab Suci, hubungan antara Kristus dan Gereja sering digambarkan dengan hubungan antara mempelai laki-laki dan perempuan (misalnya dalam Kitab Kidung Agung) atau antara sepasang suami istri (misalnya dalam Efesus 5,22-33). Oleh karena itu, kata-kata Yesus ini bisa kita mengerti dalam konteks ini. Pada masa Prapaskah ini, kita secara khusus menjalani puasa dan pantang karena Kristus, sang mempelai laki-laki, akan diambil dari tengah-tengah kita. Dia menderita dan menyerahkan nyawa-Nya untuk disalib, demi kita. Sang mempelai laki-laki menumpahkan darah-Nya untuk menebus mempelai wanita, yakni Gereja (= kita semua, umat beriman), yang telah menggadaikan diri kepada roh jahat dengan banyak berbuat dosa. Maka, sudah selayaknya kita prihatin, merasa perih di hati, lalu berusaha untuk bertobat, berbalik kepada Dia yang tetap mencintai kita. Dalam hal ini, puasa dan pantang di masa Prapaskah kita tempatkan untuk membangkitkan rasa prihatin itu sekaligus untuk mendorong semangat pertobatan kita.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar puasa dan pantang kami pada masa prapaskah ini sungguh mendorong kami untuk mewujudkan pertobatan yang sejati. Amin.


Pokok-pokok Iman Katolik
Santo-Santa
 
Doa Katolik